WASPADA, Virus Tilavia Lake Virus Untuk Pembudidaya Ikan

WASPADA, Virus Tilavia Lake Virus Untuk Pembudidaya Ikan
WASPADA, Virus Tilavia Lake Virus Untuk Pembudidaya Ikan
WASPADA, Virus Tilavia Lake Virus Untuk Pembudidaya Ikan - Peringatan tersebut di berikan oleh kementrian Kelautan dan perikanan untuk Pembudidaya Ikan karena Virus ini tergolong virus yang bisa membahayakan karena produksi ikan bisa merosot sangat tajam.

Virus Tilavia Lake Virus ( TiLV ) Pertama kali muncul pada tahun 2009 dan negara yang pertama terjangkit adalah Israel. Israel sebelum terjangkit virus Tilavia lake virus setiap tahun bisa memproduksi Ikan nila sebanyak 800 Ton dan akibat virus tersebut israel hanya mampu memproduksi 8 Ton pertahun. Ada penurunan produksi sekitar 100 persen. Apabila virus itu menyerang indonesia di pastikan maka para pembudidaya ikan di Indonesia akan Gulung tikar.
Gejala Gejala Ikan terkena Tilv antara lain :
- Tubuh berubah warna menjadi Hitam.
- Terjadi erosi pada tubuh ikan, seperti terkelupas.
pembengkakan rongga perut, Dimana lambung dan saluran pencernaan ikut membesar
- katarak pada mata dan exophtalmia. Mata ikan terlihat cenong atau rusak.
adanya kutu air kecil pada insang atau benjolan permukaan kulit Visualisasi ini hanya bisa di lakukan dengan bantuan mikroskop

Gejala gelala ikan terkena Tilv apabila di temukan segera untuk di laporkan kepada badan karantina ikan terdekat atau kepada penyuluh perikanan di daerah.

Untuk sementara Virus TiLV belum di temukan obatnya, walaupun para peneliti di KKP sedang mengusahakan untuk menemukan Vaksin pembunuh Virus TiLV. Langkah langkah yang sedang di lakukan oleh KKP untuk mencegah Virus tersebut masuk dan berkembang di Indonesia antara lain :

- Mencegah masuknya ikan dari negara yang terjangkit virus TiLV
- Mengkarantina Indukan yang masuk Ke indonesia
- Memutuskan mata rantai ikan yang terkena dengan membakar ikan 

Semoga informasinya ini bisa bermanfaat buat pembudidaya Ikan



close
WASPADA, Virus Tilavia Lake Virus Untuk Pembudidaya Ikan Rating: 4.5 Diposkan Oleh: nina aysiana runny

0 komentar:

Post a Comment