Pancing kotrek solusi penangkapan yang ramah Lingkungan

Sumber daya ikan indonesia saat ini masih dalam tahap pemulihan. Dengan di larangnya alat tangkap yang tidak ramah lingkungan seperti Trawl ( Pukat harimau ), Cantrang, Dogol, Dan arad melalui Permen 02. Pelarangan pelarangan alat tangkap tersebut bukan tanpa penolakan karena dalam pemberlakuan aturan tersebut nelayan kita belum siap untuk mengganti alat tangkap ikan yang ramah lingkungan. Dan nelayan kita masih ragu ragu dalam menggunakan alat tangkap apa yang setidaknya bisa di gunakan tanpa harus mengeluarkan biaya produksi yang cukup mahal.

Related Posts:

prospek Budidaya belut dalam tong

Belut adalah salah satu produk perikanan yang juga mempunyai komoditas tinggi. Konsumsi belut di indonesia memang masih rendah tetapi permintaan belut untuk pasar ekspor belum sepenuhnya di penuhi oleh pemerintah indonesia. Untuk itu dalam rangka mensosialisasikan serta memberi informasi bahwa prospek bisnis budidaya belut masih sangat menggiurkan dan menguntungkan. Saat ini keterbatasan lahan dan kurangnya pengetahuan dalam budidaya belut menjadi masalah tersendiri untuk menggenjot produksi perikanan darat khususnya perikanan budidaya belut.
Ini Tabel permintaan ekspor untuk permintaan Belut di Luar negeri :
- Jepang permintaan akan belut 10 Ton Perbulan.
- Singapura permintaan akan belut 1 Ton Perbulan.
- Hongkong permintaan akanbelut 20-  40 Tonperbulan.
- Koreapermintaan akan belut 5 Ton perbulan.
- Eropaaaaermintaan akan belut 1 Ton perbulan
Jadi untuk semuanya dalam perbulan saja permintaan akan belut bisa mencapai 60 ton perbulan. sungguh fantastis peluang bisnis ini.
Budidaya belut adalah budidaya paling mudah daripada budidaya ikan yang lainnya. Kendala dalam budidaya belut ada pada pengadaan bibit belut. 
Berikut adalah Analisa sederhana tentang usaha budidaya belut dalam tong.Analisis Usaha Budidaya Belut di Dalam Tong atau Drum
Asumsi Budidaya Belut
  1. Tong atau drum yang digunakan bervolume 200 liter sebanyak 20 buah.
  2. Lama setiap periode pemeliharaan 4 bulan. Namun, tidak menutup kemungkinan jika periode pemeliharaan bisa lebih cepat menjadi 3 bulan.
  3. Tong atau deum dapat digunakan selama 4 tahun (12 Periode pemeliharaan)
  4. Cat Minyak, Pipa PVC dan perlengkapan pendukung dapat digunakan selama 4 tahun
  5. Padat tebar bibit 2 kg per drum, menggunakan bibit berjumlah 80-100 ekor per kg. Jadi kepadatan maksimal tong 200 ekor bibit.
  6. Kegiatan budi daya dilakukan sendiri oleh pembudidaya, hanya proses penyiapan tong dan pembuatan media yang menggunakan tenaga kerja borongan.
  7. Media yang digunakan adalah campuran tanah yang dimatangkan dengan media instan bokashi.
  8. Pakan utama yang dibudidayakan sendiri, sehingga menekan biaya pakan.

Related Posts: