Budidaya Ikan Patin Dalam Keramba Jaring Apung

Pada melakukan usaha budidaya ikan Latin, petani harus mengetahui dan  mengerti apa saja yang harus dipersiapkan dan  dilakukan.   Jika petani sudah mengetahui teknik serta hal-hal pada pembudidayaan ikan patin dengan baik khususnya di media keramba, kegiatan budidaya tak akan terlalu rumit.

Hal-hal yg harus dilakukan sebelum aplikasi usahatani ikan ini artinya pengetahuan mengenai kondisi lokasi budidaya, penyiapan sarana dan  prasarana mirip media budidaya, dan  peralatan-alat-alat pendukung.   Media yang biasa digunakan dalam budidaya ikan ini ialah kolam, jaring apung, serta keramba.  Sedangkan alat-alat yg dipergunakan merupakan waring dan  scoopnet (rachmatun, 2010).

1. Persiapan wadah dan  media pemeliharaan
Persiapan wadah dan  media adalah keliru satu kegiatan yang menunjang Keberhasilan pembesaran.  Keramba ialah alat atau sarana satu wadah yg dapat dipergunakan buat aktivitas pembesaran ikan patin.  Bahan-bahan yang diharapkan buat pembuatan keramba terdiri berasal balok kayu serta bambu.  Balok kayu berfungsi menjadi rangka serta bambu menjadi dinding serta penutup yang diikatkan dengan tali nilon pada rangka kayu.  Bentuk keramba ialah kotak segi empat yg pada bagian bawahnya terbuka dengan berukuran panjang 4 meter, lebar dua meter dan  tinggi 1,lima meter. Penempatan keramba ialah dua/3 pada dalam air dan  1/3 diatas permukaan air. Di bagian tengah penutup keramba dibuat lubang terbuka berukuran 0,5 x 0,lima meter yang berfungsi menjadi tempat anugerah pakan dan  pengontrolan ikan.

Pada bagian pada karamba dimasukkan jaring yg diikat di dinding keramba, menjadi wadah penampung ikan patin yang dipelihara.  Berukuran mata jaringnya lebih kecil asal ukuran benih ikan patin yang ditebar.  Jaring ukuran tersebut sudah tersedia dan  praktis dibeli pada pasaran.
Karamba ditempatkan di pinggir sungai secara berkelompok serta setiap gerombolan  terdapat 20 – 40 karamba.  Penempatannya secara berpasangan serta diantara pasangan karamba ditempatkan bambu bulat yg berfungsi sebagai daerah pengikat, sekaligus menjadi pelampung karamba.  Pada antara tiap karamba didesain jalan penghubung berasal papan kayu.  Ke 2 ujung bambu tersebut pada ikat pada tiang yang ditancapkan kedasar sungai sebagai pelawan agar karamba tidak terbawa arus air sungai.  Buat setiap gerombolan , diatas bambu pelampung dibuat pondok berukuran 1,5 x 1,lima x 1,lima meter menjadi daerah berteduh bagi petugas yang jaga pada malam hari. Rangka pondok terbuat berasal bambu serta kayu, lantai dari bambu serta atap berasal daun rumbia atau nipah

Dua. Penebaran benih

Setelah wadah serta media siap, maka dilakukan penebaran benih. Sebelum dilakukan penebaran, dilakukan aklimatisasi supaya benih tidak stress.  Proses aklimatisasi ini menggunakan cara menambahkan sedikit demi sekit air kolam pemeliharaan
Ke bak atau kantong benih supaya kualitas airnya sama.  Benih yang dipergunakan buat pembesaran ialah benih yg memiliki berat antara 50 – 100g/ekor dengan kepadatan 100 – 200 ekor/m3. Penebaran benih ikan usahakan dilakukan di sore hari atau pagi hari waktu syarat perairan tidak terlalu panas. Supaya ikan tidak stress, sebelum ikan di tebarkan, perlu dilakukan aklimatisasi (penyesuaian kondisi lingkungan) kurang lebih 5-10 menit.

Tiga. Pengelolaan pakan.

Pakan artinya faktor penting pada pertumbuhan ikan. Pemberian  pakan
Pada ikan patin dibedakan sinkron ukuran ikan.  Pada umur ikan satu bulan pertama diberikan pakan berupa pakan menggunakan butiran halus serta selanjutnya pakan menggunakan
Butiran yg relatif besar  dan  lalu butiran yg besar  yang sudah diubahsuaikan
Menggunakan bukaan verbal ikan.
Jumlah pakan yg diberikan sebanyak 3 – 4% dari berat biomass/hari, di bulan pertama pemeliharaan diberikan pakan sebesar 4% dan  saat bulan kedua
Diberikan sebanyak 3% dari berat biomass.  Frekuensi anugerah pakan sebanyak
Dua kali sehari yaitu di pagi dan  sore hari.

4. Kualitas air

Kualitas air ialah keliru satu faktor yang sangat mensugesti pertumbuhan.  Adapun parameter kualitas air meliputi :

A) suhu. Suhu air di umumnya ditentukan oleh suhu udara, sedangkan suhu udara
Ditentukan oleh ketinggian lokasi dari muka bahari. Semakin tinggi lokasi di atas muka bahari semakin rendah suhu udaranya serta sebaliknya).  Suhu air merupakan keliru satu sifat ekamatra yang bisa mempengaruhi nafsu makan ikan dan  pertumbuhan
Badan ikan.  Perubahan suhu yang mendadak mengakibatkan ikan mati, meskipun
Kondisi lingkungan lainnya optimal (purnamawati, 2002).  Menurut kordi (2005) suhu buat pemeliharaan ikan patin yg optimal yaitu 25-33oc.

B) kecerahan.  Kecerahan ialah berukuran transparansi perairan, yang ditentukan secara visual menggunakan memakai secchi disk. Secchi disk dikembangkan oleh profesor secci di sekitar abad 19, yg berusaha menghitung taraf kekeruhan air secara kuantitatif.  Taraf kekeruhan air tersebut dinyatakan menggunakan suatu nilai yang dikenal menggunakan kecerahan secchi disk (jeffries dan  mills, 1996 dalam effendi, 2003).  Perairan yg aman bagi ikan patin merupakan perairan yang bisa ditembus oleh sinar matahari hingga kedalaman lebih asal 40 centimeter.

C) derajat keasaman (ph).  Derajat keasaman atau ph merupakan ukuran konsentrasi ion hidrogen yang membagikan suasana asam atau basa suatu perairan. Derajat keasaman suatu perairan dipengaruhi oleh konsentrasi co2 serta senyawa yg bersifat asam (lesmana, 2002).  Menurut khairuman dan  sudenda (2002), ikan patin mempunyai toleransi yang panjang terhadap derajat keasaman yaitu antara lima,0-9,0 dan  derajat keasaman yg optimum artinya 7,0.   Ph antara 6,lima-9 adalah kadar optimum buat pertumbuhan ikan dan  ph 11 artinya titik tewas basa (boyd, 1981 pada purnamawati 2002).

D) oksigen terlarut (do).  Kandungan oksigen yg optimal buat pemeliharaan ikan patin yaitu antara lima-6 ppm.   Peningkatan kandungan oksigen pada air dapat dilakukan menggunakan aerasi, filter mekanis dan  penambahan bahan penyegar. Menggunakan aerasi berarti oksigen atau udara bebas dialirkan ke pada air sebagai akibatnya dapat menempati rongga-rongga yang ditinggalkan oleh gas yg lebih ringan yg terusir.
Dengan filter mekanis berarti mengurangi kandungan bahan organik serta koloid dalam air sebagai akibatnya memungkinkan oksigen atau udara bebas memasuki rongga pada air. Dengan penambahan bahan penyegar berarti memasukkan bahan yg bisa mengikat gas-gas dalam air sehingga rongga yang ditinggalkan bisa
Diisi sang oksigen atau udara bebas (kordi, 2005)

E) laju/kecepatan arus air.  Laju/kecepatan (rate) pertukaran air di dalam sebuah keramba berbanding eksklusif dengan laju aliran air serta jeda linier yang melintasi keramba; sang karenanya, semakin mungil keramba semakin besar  laju pertukaran air potensialnya. Laju aliran air sebanyak 1 m/mnt akan berganti air satu kali dalam satu mnt dalam keramba menggunakan lebar sisi 1-m (1-m3), namun hanya satu kali dalam tujuh mnt dalam keramba menggunakan lebar sisi 7-m (98-m3) schimittou, dkk., (2004). Kecepatan arus yang ideal buat pembesaran ialah antara 15-30 cm/detik.

5. Hama dan  penyakit

Penyakit ikan ialah segala sesuatu yg bisa menyebabkan gangguan
Di ikan, baik secara langsung maupun tidak pribadi.  Gangguan terhadap ikan
Dapat disebabkan sang organisme lain, pakan maupun kondisi lingkungan yg
Kurang menunjang kehidupan ikan.  Jadi timbulnya serangan penyakit ikan pada bak
Artinya akibat hubungan yang tidak harmonis antara ikan, kondisi lingkungan dan
Organisme penyakit.

A) bintik putih (white spot)
Penyakit bintik putih biasa menyerang benih ikan patin. Penyakit bintik putih dapat diketahui menggunakan tanda-tanda mirip benih berenang pada bagian atas kolam.  Jika diperhatikan, badan benih ikan patin terdapat bintik-bintik putih serta nafsu makan berkurang.  Cara mengatasi penyakit ini dengan menyurutkan air kolam sampai 1/2, kemudian di beri garam sampai salinitas 3 ppt (30 garam/10 liter) disertai
Peningkatan suhu air media hingga 310c (hernowo, 2001).

B) bakteri
Dari khairuman (2002), penyakit bakteri yang bisa menyerang ikan patin artinya aeromonas sp. Dan  pseudomonas sp.  Bakteri ini menyerang bagian perut, dada serta pangkal sirip sebagai akibatnya menimbulkan pendarahan dan  lendir di tubuh berkurang yg dicirikan menggunakan kulit ikan terasa kasap saat diraba.  Pengobatan
Yg dapat dilakukan merupakan menggunakan merendam ikan ke dalam larutan pk (kalium
Permangnat) 10-20 ppm selama 30-60 menit.  Cara lain  menggunakan merendam ikan ke
Dalam larutan nitrofuran 5-10 ppm selama 12-24 jam atau larutan oksiterrasiklin lima
Ppm selama 24 jam.

C) jamur
Selain parasit dan  bakteri, infeksi fungi pula dapat menyebabkan penyakit.  Jamur tiba sebab adanya luka-luka di bagian badan ikan. Penyebab luka dikarenakan penanganan yang kurang baik pada saat pemanenan atau pengangkutan. Jamur yang menyerang ikan patin asal golongan achlya sp. Dan  saprolegnia sp. Identitas ikan yg terkena fungi ialah bagian tubuh terluka, terutama di tutup insan, sirip dan  bagian punggung ditumbuhi benang-benang halus, seperti kapas yang berwarna putih hingga kecoklatan.  Pencegahan dapat dilakukan dengan menjaga kualitas air sesuai kebutuhan ikan dan  menjaga agar ikan tak mengalami luka-luka pada bagian tubuh seperti tutup insang, sirip serta bagian punggung.  Pengobatan yang dapat dilakukan ialah dengan merendamnya ke dalam larutan malachyte green oxalate (mgo) menggunakan dosis dua-tiga g/m3 air selama 30 menit.  Pengobatan dilakukuan sampai tiga hari berturut-turut agar ikan patin benarbenar sembuh (khairuman, 2002).

6. Panen

Pemanenan ialah ketika yg dinantikan di budi daya ikan patin.  Meski
Terlihat sederhana pemanenan juga perlu memperhatikan beberapa aspek agar ikan
Tidak mengalami kerusakan,kematian, cacat waktu dipanen.  Buat pemanenan ikan di keramba, dilakukan dengan menggunakan serok atau indera tangkap lainnya.
Penanganan ketika pemanenan harus hati-hati dan  menghindari adanya luka sebab bisa menurunkan mutu serta harga jual ikan.  Penangkapan pribadi memakai tangan usahakan tidak dilakukan sebab tangan mampu terluka terkena patil atau duri sirip ikan.  Buat menjaga mutu ikan yg dipanen, sehari sebelum dipanen umumnya pemberian  pakan tidak boleh (diberokan). Ikan patin yg dipanen dimasukkan pada wadah yang telah diisi dengan air jernih sehingga ikan permanen hidup serta tidak stress.
Buat pemanenan pada pemeliharaan di kolam tanah, dilakukan menggunakan cara mengeringkan kolam sampai air yg tersisa hanya di kemalir saja. Ikan yang berada di kemalir diambil dengan menggunakan jarring. Ikan digiring ke arah saluran pembuangan lalu diangkat serta ditampung pada tempat penampungan.  Penangkapan ikan menggunakan memakai jala usahakan tidak dilakukan karena
Akan menyebabkan ikan mengalami luka-luka.

7. Pasca panen

Penanganan pascapanen ikan patin dapat dilakukan dengan cara penanganan ikan hidup juga ikan segar.

Related Posts:

Teknik Budidaya Ikan Keramba Jaring Apung

Jika dikelola dengan benar, sungai pulau poly mempunyai potensi yang luar biasa dan  mampu membentuk uang pada jumlah besar . Peluang yg sangat baik ini menghasilkan lapangan pekerjaan bagi rakyat setempat jua.
“sungai pulau banyak mempunyai potensi fisik alam dengan kondisi peredaran air secara pasang surut. Sungai itu mempunyai syarat surut pinggir sedalam 3 meter dan  pasang menggunakan kedalaman 10 meter dan menggunakan kelebaran sungai berkisar 50- 60 meter,” jelas saiful.

Saat ini, keramba jaring apung (kja) yg dikelola saiful menjadi pusat percontohan bagi desa-desa lainya khususnya pada kecamatan tanjungpura sendiri. Bahkan bagi desa yg berada di luar kecamatan tanjungpura pula ikut meniru teknik budidaya keramba jaring apung yang dilakukan saiful. “produksi ikan yg kami peroleh relatif besar  dibanding budidaya ikan yang dilakukan menggunakan kolam tanah,” ungkapnya.
Selain harga jualnya yg tidak selaras, rasa ikan nila pula tak berbau lumpur atau tanah. Karena, keramba tadi jauh menyentuh ke dasar tanah dan  airnya juga berganti. “sejauh ini kami tak menemukan kendala baik dari segi budidaya juga pemasaran ikan nila ini,” akunya.
“ikan yang kami panen telah terdapat agen penampungannya, baik agen yg berada di kota medan maupun agen yg tiba asal kabupaten langkat sendiri,” ucap saiful lagi.
Berdasarkan dia, agen yg datang berasal banyak sekali kecamatan pada langkat sering ‘membooking’ duluan supaya ikan nila mereka dijual kepadanya, yang selanjutnya ikan tadi dijual lagi ke banyak sekali daerah.
“buat agen yang datang pribadi ke kolam. Kami jual berkisar rp16.000-rp18.000 per KG dengan jumlah ikan sebanyak 3 – 4 ekor tiap kilogramnya,” istilah saiful sambil menambahkan setiap agen yg datang rata-rata membeli ikan sebanyak 50 Kilo Gram per hari.
Saiful yg didampingi rekan-rekannya pada antaranya khairuddin tanjung, m nasip, karman, abdul kadir mengatakan, awalnya kapital yg mereka keluarkan buat budidaya ikan nila menggunakan kja ini berkisar rp157 juta buat menghasilkan 6 plong keramba jaring apung.

Keramba yang mereka disain itu mempunyai ukuran berkisar 10 x 4 meter per segi buat tiap lubang. Dari yang akan terjadi uji coba pertama yang mereka lakukan secara intensif di desa pulau pulau banyak ternyata berakibat yang akan terjadi yg cukup mengembirakan.
“hasilnya sangat memuaskan. Berasal penjualan ikan itu, kami terus menambah jumlah keramba berasal 5 plong sebagai 12 plong dan  sekrang menjadi 36 plong waktu ini,” istilah saiful.

Keramba yg mereka gunakan itu menghabiskan dana berkisar rp 157 juta buat 6 plong. Dana tersebut buat pembuatan fisik konstruksi keramba, seperti pembelian jaring madang, besil l (besi siku dan  besi u), serta pembelian drum besi dan  drum plastik dengan total dana berkisar 37 juta rupiah.

Lalu untuk porto pembelian benih ikan, mereka mengeluarkan biaya  berkisar rp18 juta -rp20 juta buat 6 plong (lubang) keramba. Selain itu, mereka juga membeli pakan berupa pellet sebesar 21 ton buat kebutuhan pakan selama 6 bulan, dengan total biaya  berkisar rp137 juta. “pakan inilah yang kami pakai mulai benih ikan ditebarkan sampai panen atau pada ketika antara empat sampai lima bulan,” tutur saiful.

Nah, buat benih ikan yang mereka kembangkan, menurut saiful, sebanyak 42 ribu ekor buat 6 plong atau masing-masing lubang sebesar 7.000 ekor dengan ukuran ikan antara tiga-4 inci atau dengan berat benih ikan berkisar 7-8 gram per ekor ikan.

“syukurlah, ikan yg kami kembangkan ini sampai kini   sangat bersahabat menggunakan kondisi alam khususnya air sungai pulau banyak ini. Ini mampu dilihat asal taraf kematian ikan yang terbilang sedikit berkisar 10 % asal jumlah benih yang ditaburkan sebesar 42 ribu ekor ikan,” ucap saiful.

Tadinya, mereka menargetkan keberhasilan ikan yang mereka budidayakan hanya berkisar 80% saja atau 20% taraf kematian ikan. “rendahnya taraf kematian itu membentuk kami lebih bersemangat lagi buat membuatkan ikan nila ini pada jumlah yg poly. Serta, alasan itu juga yang membentuk budidaya ikan dengan keramba jaring apung pada desa pulau poly semakin menjamur,” saya saiful.

“menggunakan budidaya keramba yg kami lakukan ini sedikitnya ada 20 orang yang ikut melakukan perjuangan yang sama. Dan , semuanya dilakukan menggunakan dana swadaya rakyat itu sendiri meskipun keramba yang mereka buat hanya satu polong atau 3 plong per orangnya,” istilah saiful.

Berasal akibat usaha itu, berdasarkan beliau, jelas menambah pendapatan ekonomi mereka. “pengembangan ikan yg kami lakukan di desa pulau banyak ini, sebelumnya kami mencontoh serta menyelidiki asal akibat pengembangan ikan budidaya air tawar di wilayah danau toba,” aku  khairudin tanjung.

Di tahun 2009 lalu, kata beliau, buat keramba intensif sebanyak ini baru ada pada kabupaten langkat tepatnya di wilayah kecamatan tanjungpura.Tetapi, pengembangan budidaya ikan secara tradisionil cukup banyak yang dilakukan pada pada kolam atau memakai pengapungan menggunakan bahan bambu betung/bambu tali (keramba apung rakit)

Related Posts:

Teknik Budidaya Ikan Guppy.

Ikan guppy atau ikan dorry adalah salah satu jenis ikan hias yang sedang populer saat ini. Dan karena sedang trendan populer maka permintaan pasar akan ikan guppy menjadi naik tajam. Sedangkan masih banyak peternak atau pembudidaya ikan guppy yang belum faham bagaimana teknik budidaya ikan guppy yang menguntungkan.

Alasan dari keterpopuleran ikan guppy selain indah dan berwarna warni adalah ikan guppy mempunyi ke aneka ragaman jenis dan bentuk. Dan keaneka ragaman inikah yang menjadikan ikan guppy menjadi populer. Tren permintaan akan ikan guppy begitu naik tajam. Dari mulai sekedar penghobby atau kolektor hingga pembudidaya yang melakukan pembiakan secara intensif dan modern.

Ikan hias guppy pada awaknya berasal dari amerika bagian tengah dan selatan dan masuk ke indonesia pada awal tahun 1900 bersamaan masuknya beberapa orang inggris. Kemudian pada akhirnya ikan jenis ini berkembang biak dengan sangat cepat. Saat ini ikan guppy bisa di temukan hampir di seluruh wilayah indonesia.

Ikan guppy mempunyai nama latin poecillia reticulata hidup di danau atau sungai yang mempunyai karakter air yang tenang. Selain itu ikan guppy mampu hidup di ikan payau atau air yang mengandung garam. Untuk membedakan ikan guppy yang jantan dan betina kita bisa melihat keduanya dari warna dan bentuk sirip ikan guppy. Untuk jantan ikan guppy cenderung berwarna terang, cantik dan sirip lebih hidup. Dan untuk ikan guppy betina warna sirip lebih kusam dan gelap sama seperti pada ikan cupang.

Untuk memulai budidaya ikan guppy maka langkah langkahnya adalah sebagai berikut :

1. Persiapkan alat dan sarana budidaya.

Alat alat tersebut antara lain:
- tempat yang higienis dan steril berupa kolam . aquarium atau bak. Untuk tempat usahakan mempunyai 5 tempat yang berfungsi untuk :
Dua tempat untuk memisahkan induk jantan dan betina, satu tempat untuk pemijahan atau perkawinan, satu tempat penetasan, dan satu tempat untuk pembibitan dan pemeliharaan.
- Aerator adalah pompa yang berguna untuk menciptakan oksigen dan menghasilkan gelembung gelembung kecil.
- tanaman air untuk berlindung dan sebagai wahana tempat hidup ikan guppy.

2. Pemilihan indukan

Proses pemilihan indukan kita harus kembali mengetahui antara jantan dam betina ikan guppy.  Umumnya selain warna tadi ikan guppy jantan dan betina untuk betina mempunyai bentuk bulat, dan ukuran tubuh lebih besar. Sedangkan untuk jantan lebih lonjong dan kecil.

Untuk indukan yang matang gonad atau siap di pijahkan setidaknya mempunyai usia 4 bulan. Dan sebelum di lakukan pemijahan usahakan dalam seminggu di beri makanan makanan yang mengandung nutrisi tinggi.

Untuk menghasilkan hasil yang bagus maka usahakan pula dalam pemilihan indukan harus merupakan bibit unggul.

3.pemisahan indukan

Sebelum di pijahkan maka bibit unggul tersebut kita pisahkan dan kita beri makanan yang berprotein tinggi selama seminggu.  Dan wadah di beri air yang bersih. Usahakan air yang akan di gunakan kita saring sehingga tidak timbul kotoran kotoran yang terbawa. Dan ganti air sehari sekali dengan air yang baru. Cara menggantikan dengan menyisahkan air yang lama sepertiga dari jumlah air lalu tambah dengan air yang baru.

Jangan lupa kita juga harus memberi makanan pendukung seperti daphnia atau moina untuk mempercepat proses perkawinan dan menghasilkan jumlah sperma yang banyak dan beekualitas agar proses pembuahan berjalan secara optimal.

4. Proses pemijahan atau perkawinan.

Wadah untuk tempat pemihajahan kita bersihkan. Dan kita isi dengan air yang bersih hasil dari pengendapan selama satu hari. Usahakan ketinggian dari air yang di gunakan setinggi 25 Cm.  Setiap seratus liter air maka indukan yang bisa kita isi berjumlah 30 ekor yang terdiri dari 10 ekor pejantan dan 20 ekor betina. Usahakan pula didalam wadah di beri tanaman air.

Untuk tahapan pemijahan yang harus kita lakukan adalah :
- masukan indukan betina pada pagi hari
- masukan indukan jantan pada sore hari
- usahakan dalam proses perkawinan suasana harus sepi dan cahaya di redupkan.
- proses pemijahan berlangung selama 4-7 hari
- setelah proses pemijahan usahakan indukan ikan guppy di angkat dan dahulukan menangkat indukan betina.

5. Penetasan dan pendederan telur

Usahakan kolam di isi air bersih yang baru dan seperti perawatan indukan maka kolam yang sudah terisi telur dan air di bersihkan 3 hari sekali. Wadah di taruh di tempat terbuka agar sinar matahari dan oksigen bisa membantu dalam proses penetasan dan pendederan telur ikan guppy. Jangan lupa beri tumbuhan air.

6. Pemberian pakan

Pemberian pakan untuk ikan guppy yang baru menetas cukup di beri makanan artemia dan kutu air selama 20 hari. Setelah usia 20 sampai 30 hari ikan guppy bisa diberi makanan cacing sutra dan kuning telur. Dan untuk selanjutna bisa makanan ikan biasa.

Selamat mencoba semoga artikel ini setidaknya bisa membantu para pembudiya ikan guppy.

Related Posts:

Pemijahan lele secara alami

Lele merupakan jenis ikan yang sangat di gemari oleh masyarakat indonesia. Selain daging yang enak dan gurih, ikan lele juga harganya sangat ekonomis maka karena faktor inilah banyak muncul budidaya , ternak maupun usaha lele. Dimulai dari bisnis usaha lele mengenai pemijahan.

Saat ini banyak berkembang cara pemijahan ikan lele, mulai dari cara alami hingga cara intensif. Hampir semua metode bisa dilakukan sendiri oleh para pembudidaya atau peternak ikan lele. Cara pemijahan ikan lele secara alami dilakukan dengan melepaskan ikan lele berpasangan dalam kolam yang telah dipersiapkan. Ikan lele yang siap kawin akan melakukan pembuahan dengan sendiri. Dan dengan menggunakan teknik pemijahan alami maka hasil yang di harapkan akan lebih baik dan kualitas dari benih dan indukan bisa terjaga.

Langkah pertama untuk pemijahan ikan lele secara alami adalah dengan memilih induk betina dan jantan yang sudah matang gonad. Pilih sepasang ikan lele yang memiliki bobot seimbang, tujuannya agar salah satu induk tidak ketakutan terhadap induk lainnya. Keseimbangan bobot sangat berpengaruh terhadap keberhasilan pemijahan. Dan untuk menentukan antara indukan jantan dan betina bisa di lakukan dengan cara pengawatan. Biasanya untuk lele jantan lebih panjang dan kepala lebih lancip sedangkan untuk betina biasanya indukan nampak lebih buntet dengan tampilan kepala lebih melebar. Setelah pengamatan fisik kita bisa melihat kelamanian masing2 indukan. Untuk jantan kelamin lancip dan panjang. Untuk kelamin betina lebih melebar dan rata.

Sebelum proses pemijahan ikan lele dilakukan, siapkan terlebih dahulu kolam tempat memijah. Kolam yang ideal untuk pemijahan adalah panjang 2-3 meter, lebar 1-2 meter dan kedalaman 1 meter. Sebaiknya dasar kolam terbuat dari semen atau fiberglass agar mudah mengawasi telur hasil pembuahan. Sebelumnya kolam harus dikeringkan dan dijemur, kemudian diisi air sedalam 30-40 cm. Gunakan air yang berkualitas baik, bersih dan jernih. Airblebih baik di saring dengan kain kasa sebelum di masukkan ke dalam kolam.

Pasang kakaban, bisa dibuat dengan ijuk yang dijepit dengan bambu seukuran area kolam. Gunakan pemberat agar kakaban tersebut tenggelam tidak mengapung di atas permukaan air. Kakaban berfungsi agar telur hasil pemijahan tidak berhamburan dan mudah dipindahkan. Buatlah kakaban sekokoh mungkin agar tidak berantakan oleh indukan yang aktif. Air untuk pemijahan ikan lele harus kaya oksigen, oleh karena itu berikan aerasi pada kolam pemijahan. Atau, apabila tersedia sumber air yang cukup buatkan aliran masuk dan keluar. Atur debit air sebanyak 2-3 liter per detik.

Waktu yang tepat untuk memasukan indukan kedalam kolam pemijahan adalah sore hari. Biasanya ikan lele akan memijah sekitar pukul 23.00 hingga pukul 05.00. Selama proses pemijahan ikan lele kolam harus ditutup, untuk mencegah induk ikan loncat keluar kolam. Pada pagi hari, biasanya proses pemijahan sudah selesai. Telur akan menempel pada kakaban. Telur yang berhasil dibuahi berwarna transparan sedangkan yang gagal berwarna putih susu. Untuk menjaga kakaban agar tetap tenggelam maka kakaban harus di taruh sebuah batu bata. Untuk hasil maksimal dalam pemijahan di harapkan batu bata agar di bakar terlelebih dahulu. Karena fungsi batu bata juga bisa di gunakan sebagai perangsang dari proses pemijahan.

Setelah proses pemijahan selesai, segera angkat induk dari kolam pemijahan ikan lele. Hal ini untuk menghindari telur disantap oleh induk ikan, karena setelah memijah induk ikan betina akan merasa lapar. Selanjutnya telur yang telah dibuahi ditetaskan. Penetasan bisa dilakukan di kolam pemijahan ataupun di tempat lain seperti akuarium, fiberglass atau kolam terpal. Selama proses penetasan suplai oksigen (aerasi) harus dipertahankan dan suhu distabilkan pada kisaran 28-29oC.

Telur yang telah dibuahi akan menetas dalam 24 jam menjadi larva. Setelah itu segera pisahkan telur yang gagal atau larva yang mati untuk mencegah tumbuhnya jamur. Larva yang menetas akan bertahan tanpa pemberian makanan tambahan selama 3-4 hari. Selanjutnya lakukan proses pemesaran larva.

Setidaknya inilah beberapa tahapan dalam melakukan proses pemijahan ikan lele. Semoga para petani atau peternak ikan lele bisa lebih sejahtera.

Related Posts:

Dilema penarikan penyuluh daerah ke KKP

Penyuluh peikanan adalah ujung tombak dari  setiap program pemerintah agar bisa langsung mengena kepada kelompok nelayan maupun stakeholder perikanan yang lainnya. Dan begitu pentingnya peranan penyuluh maka akan ada penarikan penyuluh perikanan dari daerah ke pusat.Proses penarikan penyuluh perikanan daerah menjadi penyuluh pusat bukan tanpa hambatan, prosesnya berliku dan di beberapa daerah bahkan serasa alot. Sampai‐sampai, Mendagri berkirim surat beberapa kali kepada pemerintah daerah untuk tidak menghambat proses P3D Penyuluhan Perikanan. Hambatan hambatan tersebut setidaknya harus segera teratasi untuk mewujudkan perikanan sebagai salahsatu pilar pembangunan nasional.

Pada dasarnya keberatan dan hambatan daerah di karenakan adanya beberapa aset daerah yang tidak ingin di serahkan ke pusat. Hingga saat inipun, beberapa daerah masih merasa keberatan, terutama dalam hal pengalihan aset dan sarpras penyuluhan perikanan. Mereka tidak serta merta mau meyerahkan sarpras penyuluhan perikanan walaupun didapati dari Dana Alokasi Khusus (DAK). Ancaman serius akan timbul tatkala  personil diserahkan  akan tetapi sarpras penyuluhan ditahan. Sementara, hal tersebut merupakan sesuatu yang urgent guna menunjang kegiatan penyuluhan dan telah melekat pada personil penyuluh perikanan saat masih menjadi penyuluh perikanan daerah. Pemerintah pusat seharusnya lebih mengkaji lagi mengenai beberapa penyuluh penyuluh daeeah yang masih enggan untuk di serahkan ke pusat dalam hal ini kementrian kelautan dan perikanan.

Aset aset yang melekat pada penyuluh perikanan daerah antara lain : Sepeda motor/ speedboat, contohnya. Jika sepeda motor/ speedboat yang biasa melekat pada penyuluh tidak ikut diserahkan saat pengalihan (P3D). Bisa dibayangkan, penyuluh perikanan, dengan wilayah kerja yang jangkauannya hingga ratusan kilo meter dengan medan yang sulit tanpa dibekali sepeda motor/ speedboat. Tentu saja hasil yang di harapkan tidak akan semulus rencana sebelumnya. Tentunya, kegiatan pembinaan dan pendampingan akan sangat terganggu dan bahkan mandeg (berhenti-red). Jika itu terjadi, maka bisa memantik Bom Waktu Berdaya Ledak Tinggi yang dinamakan kemunduran penyelenggaraan penyuluhan perikanan. Penyuluh yang seharusnya menjadi ujung tombak yang tajam berubah menjadi tumpul dan berkarat.

Sepeda motor/ speedboat adalah sebuah contoh kecil, dan saya kira, masih banyak contoh‐contoh lain yang tidak kalah pentingnya. Dalam hal ini, BPSDMP‐KP, yang notabene akan menjadi tempat bernaungnya penyuluh perikanan hasil P3D harus bisa melihat permasalahan ini dengan jeli, hati-hati, dan disikapi secara bijak. Jika pada akhirnya sarpras penyuluhan tidak diserahkan ke pusat, BPSDMP‐KP sudah harus menyiapkan skenario lain yang tidak merugikan penyelenggaraan penyuluhan perikanan nasional dan penyuluh perikanan itu sendiri. Karena, jika ditimbang dengan nurani dan pikiran jernih, penyuluh perikanan daerah sebanyak kurang lebih 3200 orang adalah aset yang sangat luar biasa.

Mereka, sebanyak 3200 orang penyuluh perikanan daerah yang (jika jadi) ditarik ke pusat, bisa diibaratkan sebagai sebuah amunisi baru yang sangat mematikan. Bagaimana tidak, mereka yang rata‐rata telah puluhan tahun 'menguasai' wilayah binaannya, tentu akan sangat paham terhadap potensi wilayah binaannya sampai sangat mendetail. Meminjam istilah TNI, akan sangat mudah memenangkan perang didaerah/teritorialnya sendiri, apalagi jika dilakukan secara bergerilya. Nah, potensi yang luar biasa ini, tentu telah dihitung dan ditimbang oleh BPSDMP‐KP sebagai rumah baru bagi penyuluh hasil P3D. Dengan amunisi baru ini, program‐program penyuluhan perikanan nasional yang ditelurkan pusat akan dengan mudah mengena tepat pada sasaran.

Saya meyakini, dengan tidak mengabaikan faktor‐faktor lain, program penyuluhan perikanan nasional akan bisa terlaksana dengan baik, tepat sasaran, dan efektif dengan melihat militansi yang dimiliki oleh penyuluh hasil PD3. Akan tetapi, semua itu kembali lagi kepada keseriusan KKP dalam memperlakukan amunisi barunya. Jika penyuluh hasil P3D masih dianak‐tirikan, masih ditempatkan pada posisi yang salah, dan dibedakan dalam hak‐haknya. Bukan tidak mungkin, justru akan menjadi bumerang. Saya membayangkan terjadi Kelesuan Penyelenggaraan Penyuluhan Perikanan Secara Nasional, dan ini merupakan hal yang menurut saya cukup memprihatinkan!

Sinyalir ini bukan tanpa alasan. Bahkan, saat tulisan ini dibuat, ada pihak‐pihak "maaf" yang merasa tidak nyaman dengan gagasan‐gagasan penyuluh perikanan hasil P3D menyangkut bagaimana idealnya penyelenggaraan penyuluhan perikanan nasional. Gagasan‐gagasan yang sedang didiskusikan dan menjadi Trending Topicoleh sekitar 3200 orang penyuluh se‐nusantara saya kira akan jauh lebih berbobot dan perlu perhatian khusus dalam hal ini BPSDMPKP

Riak‐riak semacam ini, jika tidak segera dijernihkan, tentu akan berimbas negatif bagi penyelenggaraan penyuluhan nasional seperti yang saya jelaskan diatas. Bagaimanapun, sekali lagi, penyuluh hasil P3D adalah ASET, amunisi yang mampu menjawab tantangan penyelenggaraan penyuluhan nasional. Bravo Penyuluh Perikanan!

Related Posts:

Budidaya kakap putih

Kakap putih memang tak semahal harga ikan kakap merah. Tetapi pesona dan prospek ekonomis dari ikan kakap putih semakin menarik karena kakap putih bisa di budidayakan. Dan kelebihan lainnya budidaya ikan kakap putih terbilang gampang dan sangat murah.
Habibat dari ikan kakap putih berbeda dengan ikan kakap merah. Kalau kakap merah senang di dasar perairan karang dan di air laut. Ikan kakap putih hidup di air payau dan perairan berlumpur.
Dalam melakukan budidaya ikan kakap putih yang harus di perhatikan diantaranya :
1. Pemilihan lahan
Lahan untuk budidaya ikan kakap putih dianjurkan harus terlindung dari gelombang air laut dan pasang surut yang tinggi. Dan untuk kedalaman lahan yang ideal untuk budidaya ikan kakap putih adalah di kisaran 8-7meter dari surut terendah.
Dan untuk pemilihan lahan juga di usahakan jauh dari sungai langsung. Di khawatirkan air yang terbawa dengan sungai akan membawa bahan tercemar dan bisa mematikan usaha budidaya ikan kakap putih. Pemilihan lahan mempunyai porsi dalam keberhasilan budidaya ikan kakap putih sebesar 20 persen.
2. Pemilihan bibit unggul.
Bibit unggul mempunyai peranan yang sangat tinggi dalam usaha budidaya ikan kakap putih. Dan prosentasi keberhasilannya bisa mencapai 30 persen. Jadi dengan kita mendapatkan bibit unggul setidaknya kita sudah mengantongi 30 persen berhasil dalam usaha budidaya ikan kakap putih.
Untuk mendapatkan bibit unggul kita bisa membelinya di balai balai besar ikan payau yang hampir tersebar di semua wilayah indonesia. Balai balai ini bisa di percaya di karenakan di dalamnya terdapat para peneliti peneliti yang selalu mengawasi dan membuat indukan kakap putih sehingga hasil bibitnya pum terbilang unggul.
3. Perawatan dan pemberian pakan
Sebagai pembudidaya yang handal maka perawatan harus lebih profesional dan pemberian pakan pun setidaknya bisa lebih murah untuk mengurangi biaya produksi. Bagaimanapun juga perawatan dan pemberian pakan juga mempunyai porsi 30 persen untuk keberhasilan dalam bisnis atau usaha budidaya ikan kakap putih.
Pemberian pakan
Ikan kakap putih termasuk ikan karnivora atau memangsa ikan kecil yang lainnya. Dan apabila telat dalam pemberian pakan di khawatirkan masing masing ikan kakap putih akan saling memangsa. Pemberian pakan terhadap ikan kakap putih di utamakan pakan yang mengandung protein tinggi. Kurangi pemberian pakan yang mengandung karbohidrat tinggi seperti roti. Lebih diutamakan pemberian pakan berupa pelet. Tetapi sebagai pengusaha maka apabila terus menerus menggunakan pelet maka keuntungan yang akan kita dapat lebih kecil karena biaya produksi membengkak di karenakan harga pelet ikan sangat mahal.
Maka di sarankan agar para pembudiya ikan kakap putih menggunakan ikan ikan rucah sebagai pakan alternatif.
4. Penanganan panen.
Penanganan panen ini mempunai bobot skor dalam usaha budidaya ikan kakap putih sebesar 20 persen. Apabila di tangani dengan baik di saat panen maka pembudidaya ikan kakap putih jelas akan semakin untung.

Related Posts: